Adab dan Doa Sebelum Makan Dalam Islam

Doa Sebelum Makan memang sangat dianjurkan agar kita terhindar dari sifat sombong dan sebagai bentuk rasa syukur dengan rejeki yang telah Allah berikan kepada kita.

Islam merupakan satu-satunya agama yang membahas seluruh kehidupan manusia mulai dari hal-hal kecil hingga besar dan sejak bangun dari tidur hingga tidur lagi. Sebagai agama yang mengatur seluruh sendi kehidupan manusia baik itu dalam hubungannya dengan Ilahi Rabbi (hablum minallah) maupun sesama manusia (hablum minannas), Islam telah secara jelas menggambarkan bagaimana seorang manusia harus menjalani kehidupannya di muka bumi ini lewat adab-adab yang telah dicontohkan oleh manusia paling sempurna, yakni Nabi Muhammad SAW. Nah, dalam pembahasan kali ini kita akan mengulas tentang doa sebelum makan dan adab-adab sebelum makan lengkap dengan bukti-bukti hadist yang mendasarinya.

Makan dalam Pandangan Islam

Makanan merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia karena tanpa makanan, manusia takkan bisa menjalani kegiatan sehari-harinya. Bahkan, begitu pentingnya makanan, orang-orang barat membuat sebuah peribahasa yang cukup terkenal, yakni ‘You Are What You Eat’, yang jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, artinya kamu adalah apa yang kamu makan. Artinya, setiap suap makanan yang masuk ke dalam perut manusia akan ‘mendefinisikan’ manusia itu sendiri. Kalau makanan yang kita makan berasal dari bahan-bahan yang alami nan sehat, tentu kesehatan tubuh terjamin yang akan kita dapat. Sebaliknya, kalau kita hobi makan makanan tidak sehat, semisal makanan cepat saji atau junk food, maka dapat dipastikan bahwa tubuh kita akan menjadi rusak.

Jika kita merenung sejenak dalam sudut pandang manusia sebagai makhluk hidup, maka makan merupakan titik awal seluruh aktivitas manusia. Pasalnya, energi yang kita butuhkan untuk menjalani kegiatan sebagai makhluk hidup pasti memerlukan energi yang tentunya berasal dari kegiatan makan. Beranjak dari hal ini, maka dapat penulis katakan bahwa makan ibarat ‘niat’ dalam pandangan Islam. Kalau ‘niat’ yang kita miliki ini baik, maka aktivitas yang akan kita lakukan selanjutnya tentu akan baik dan diberkahi oleh Allah SWT. Namun, kalau ‘niat’ kita buruk, maka sudah pasti apa-apa yang kita lakukan akan menyimpang dari ajaran Tuhan Semesta Alam dan laknat-Nya akan menimpa kita.

Nabi Muhammad sendiri pun sudah mengajarkan doa sebelum makan yang mudah untuk dihafal, tetapi memiliki keberkahan yang besar. Doa itu berbunyi :

Doa Sebelum Makan

 الَّلهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Allahumma baarik llanaa fiima razaqtanaa waqinaa adzaa ban-naar” Artinya : Yaa Allah, berkatilah rezeki yang engkau berikan kepada kami, dan peliharalah kami dari siksa api neraka.

Walau demikian, sebagai makhluk yang jauh dari kesempurnaan, tak jarang manusia pun lupa untuk berdoa sebelum menyantap makanan. Akan hal ini, Rasulullah bersabda bahwa kita juga bisa mengucapkan doa di tengah-tengah kegiatan makan. Doa ini diambil dari sebuah riwayat di mana Aisyah RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seorang kalian ingin makan, hendaknya dia membaca bismillah. Dan jika ia lupa membaca di awalnya, hendaknya ia membaca bismillaahi fii awwalihi wa aakhirihi” (HR. Ahmad, al Tirmidzi, dan Ibnu Majah. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan Ibnu Majah no. 3264, Shahih Sunan At-Tirmidzi no. 1513, al Irwa’ no 1965).

Adab-Adab Sebelum Makan

Selain doa sebelum makan, Rasulullah SAW juga mencontohkan beberapa adab sebelum makan yang patut kita lakukan. Kalau kita melaksanakan seluruh sunnah Nabi, tentu tidak hanya pahala akhirat saja yang akan kita dapatkan, tetapi juga kebaikan di dunia. Seperti sejumlah hasil penelitian yang dilakukan oleh negara-negara Muslim maupun non-muslim, ternyata sunnah-sunnah yang dilakukan oleh Nabi kita memiliki dasar sains. Nah, dari bukti-bukti ilmiah tersebut, tentu hal ini semakin mempertebal iman kita sebagai umat Islam. berikut WebIslami.com menjelaskannya.

  1. Niat yang baik

Sesungguhnya segala amalan tergantung pada niat, begitulah Rasulullah SAW bersabda. Oleh sebab itu, hendaknya kita meniatkan makan hanya untuk beribadah kepada Allah Ta’ala; menyantap makan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan menyehatkan badan, kemudian melaksanakan aktivitas kehidupan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW dan memenuhi kewajiban-kewajiban kita sebagai hamba Tuhan. Bolehlah bersuka ria saat kita dihadapkan dengan makanan yang enak-enak dan sedap dipandang mata. Namun, hal demikian tidak boleh melalaikan kita dari tujuan makan itu sendiri dan dari doa sebelum makan.

  1. Memakan makanan yang halal

Allah SWT telah mencukupi kebutuhan makan manusia dengan memberkahi bumi dengan makanan-makanan halal. Maka, kemudian menjadi tugas kita untuk mencari makanan-makanan tersebut, sebagaimana firman-Nya: “Hai, orang-orang yang beriman, makanlah dari rizki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah.” (QS. Al-Baqarah: 172) dan “Hai, Rasul-Rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al Mu’minuun: 51).

  1. Mencuci tangan atau berwudlu

Tangan kita sangat rentan terhadap kuman-kuman penyakit karena kita gunakan untuk memegang berbagai macam benda. Maka dari itu, selain mengucapkan doa sebelum makan, kita juga disunnahkan untuk mencuci tangan atau bahkan berwudlu sebagaimana diriwayatkan oleh Ath Thabrani dan Ibnu Abbas: “Berwudlu sebelum makan itu meniadakan kemiskinan dan sesudah makan meniadakan gangguan setan,” dan Ahmad: “Apabila Rasulullah SAW hendak tidur sedangkan beliau dalam keadaan junub, maka beliau berwudlu terlebih dahulu dan apabila hendak makan, beliau mencuci kedua tangannya terlebih dahulu.”

  1. Menghidangkan sajian di atas lantai dan duduk dengan tawadhu

Diriwayatkan bahwa Rasullullah SAW tidak pernah menggunakan meja makan dan selalu meletakkan makanan di atas lantai untuk menghindari sikap sombong atau pamer dan membuat kita menjadi lebih tawadhu. Bahkan, Rasul pun tidak pernah makan sambil menyAndarkan punggungnya. Sunnah ini, diabadikan dalam HR Bukhari, bahwasannya Anas RA berkata,” Rasulullah SAW tidak pernah makan diatas meja makan dan tidak pula di atas sukurrujah” dan sabda Rasul dalam HR Bukhari: ” Aku tidak pernah makan sambil bersAndar, aku hanyalah seorang hamba, aku makan sebagaimana layaknya seorang hamba makan dan aku pun duduk sebagaimana layaknya seorang hamba duduk.”

  1. Tidak memaki atau mencela makanan dan bersyukur dengan apa yang disajikan

Mencela atau memaki merupakan indikasi bahwa seseorang tidak ikhlas atau puas dengan apa yang ada di hadapannya. Padahal, rezeki makanan dari Allah yang telah dianugerahkan kepada kita adalah bukti kasih sayang-Nya terhadap hamba-Nya. Oleh karena itulah, kita tidak boleh memaki makanan yang telah Ia berikan meskipun tidak sesuai dengan selera atau tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan kita karena bahwasanya rezeki yang baik itu tidak diukur dari sedikit banyak atau enak tidaknya, melainkan dari segi keberkahannya. Apalagi, doa sebelum makan yang kita panjatkan pun berisi tentang permintaan keberkahan dari-Nya. Percayalah bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik buat kita. “Rasulullah SAW tidak pernah sekalipun mencela makanan; namun apabila beliau berselera terhadap makanannya, beliau akan memakannya, namun jika tidak berselera, maka beliau akan meninggalkannya.”(HR. Bukhari).

  1. Mengajak tetangga dan kerabat untuk makan bersama-sama

Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi ukhuwah. Sebab itulah, maka pahala shalat berjamaah pun jumlahnya berkali lipat dari shalat sendirian. Begitu juga dengan makan. Islam menganjurkan agar kita mengundang orang lain untuk makan bersama sebagai wujud syukur dan usaha untuk memperoleh keberkahan. “Berkumpulah kalian dalam menyantap makanan kalian (bersama-sama), karena di dalam makan bersama itu akan memberikan berkah kepada kalian” (HR. Abu Dawud).

Baca Juga : Doa Sesudah Makan dan Artinya

Ya, itulah tadi adab dan doa sebelum makan agar pada saat kita makan, makanan yang masuk ke dalam perut kita menjadi lebih berkah.