Doa Berbuka Puasa Ramadhan Yang Shahih

WebIslami.com (Doa Berbuka Puasa) – Puasa di Bulan Ramadhan adalah kewajiban bagi umat Muslim, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Puasa wajib di Bulan Ramadhan merupakan rukun Islam yang ke 4. Rukun Islam adalah rukun yang wajib dilaksanakan oleh umat Islam, sehingga puasa Ramadhan hukumnya adalah wajib atau fadhu ‘ain bagi yang mampu. Doa Berbuka Puasa Ramadhan Yang Shahih juga sangat penting, karena doa adalah pengharapan. Di dalam doa sarat makna setelah seharian kita menjalankan puasa seharian penuh. Ada beberapa doa ketika akan berbuka puasa yang bisa Anda ikuti salah satunya.

Sebelum memasuki bagaimana doa berbuka puasa Yang Shahih dan benar, terlebih dahulu kita memahami doa niat berpuasa, meskipun Anda semua pasti sudah mengetahuinya. Terkadang mengetahui saja belum cukup karena akan lebih baik jika kita memahami artinya. Jadi kita tidak hanya sebatas menjalankan puasa, tidak makan dan tidak minum, menahan emosi dan hawa nafsu lainnya, tetapi kita benar-benar memahami dan tahu apa tujuan dari puasa Ramadhan. Jika masih kanak-kanak dimaklumi dan menjadi sesuatu hal yang wajar jika mereka belum paham makna puasa karena mereka juga masih latihan, tetapi bagi Anda yang sudah dewasa sudah saatnya mengetahui tujuan hidup bahkan hal-hal seperti makna puasa.

Biasanya, doa niat berpuasa dilafalkan dalam bahasa Arab yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia atau bahasa daerah. Jika kita tinggal di lingkungan yang bahasa sehari-harinya menggunakan bahasa Indonesia maka terjemahannya menggunakan bahasa Indonesia. Jika kita di lingkungan sehari-hari menggunakan bahasa daerah maka akan diterjemahkan ke dalam bahasa daerah masing-masing. Niatnya kurang lebih berarti jika kita berniat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu puasa di bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Taala”.

Doa berbuka puasa Yang Shahih dalam Islam

Puasa adalah menahan hawa nafsu, baik nafsu perut maupun nafsu syahwat. Ketika berpuasa kita menjadi terlatih untuk menahan emosi dalam segala hal. Meskipun sebenarnya untuk sehari-hari kita juga harus selalu mengontrol emosi agar tetap stabil. Nah, ketika Maghrib tiba, saatnya untuk berbuka puasa dengan doa berbuka puasa yang sudah diajarkan oleh Rasulullah. Yang mana doa tersebut kurang lebih maknanya adalah mengucap terimakasih dan syukur setelah seharian berpuasa, dan akhirnya berbuka puasa dengan rizki yang telah Allah berikan.

Doa berbuka puasa tersebut adalah bentuk sederhana yang biasanya diajarkan ketika masih sekolah dasar, dan terdapat pada buku-buku catatan di bulan Ramadhan. Nah, ada doa yang lebih lengkap yang dilaksanakan oleh Rasulullah SAW untuk doa ketika akan berbuka puasa ini. Doa tersebut yaitu :

ذَهَبَ الظَّمأُ، وابْتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَبَتَ الأجرُ إِن شاءَ اللهُ

” Dzahaba-dz Dzama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu wa Tsabata-l Ajru, Insyaa Allah,” arti dari doa yang disunnahkan oleh Rasulullah ini adalah “Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan telah diraih pahala, insya Allah.” (HR. Abu Daud, Ad Daruquthni menyatakan sanadnya hasan, Al Hakim menyatakan sanadnya shahih menurut Syaikhain/bukhori muslim).

Kaum Muslimin di seluruh dunia termasuk juga di Indonesia apabila berbuka puasa biasa membaca doa berikut:

اللَّهُمَّ لَك صُمْت وَبِك آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ ، ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتْ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إنْ شَاءَ اللَّهُ .

Artinya: “Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman dan dengan rizki-Mu aku berbuka. Telah hilang rasa penatku dan basahlah tenggorokanku dan tetaplah pahala dicurahkan atasku, Insya Allah”.

Imam Al Baihaqi, seorang penyusun kitab Hadis bermadzhab Syafi’i meriwayatkan dalam As Sunan Al Kubra – selain Hadis di atas – sebuah Hadis lain;

أَخْبَرَنَا أَبُو عَلِىٍّ الرُّوذْبَارِىُّ أَخْبَرَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ دَاسَةَ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ عَنْ حُصَيْنٍ عَنْ مُعَاذِ بْنِ زُهْرَةَ : أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ :« اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ ».(رواه البيهقي فالسنن الكبرى)
Artinya: Bahwasanya Nabi Muhammad SAW itu apabila berbuka puasa membaca “Allahumma Laka Shumtu…” (Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa dan dengan rizki-Mu aku berbuka). (HR Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra Juz 4 halaman 239).
Imam Thobrony menyatakan haditsnya marfu’

(حديث مرفوع) ثنا مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ شَبِيبٍ ، ثنا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَمْرٍو الْبَجَلِيُّ ، ثنا دَاوُدُ بْنُ الزِّبْرِقَانِ ، عَنْ شُعْبَةَ ، عَنْ ثَابِتٍ ، عَنْ أَنَسٍ ، قَالَ : كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ إِذَا أَفْطَرَ ، قَالَ : ” بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ لَكَ

Adalah terlalu berlebihan jika menyatakan salah berdoa dengan doa tersebut (Wahabi bilang bid’ah), apalagi bidah berdo’a dengan doa tersebut. Karena sebagai doa, asalkan maknanya tidak bertentangan dengan aqidah Islam dan tidak untuk maksiat, maka disunnahkan berdoa walaupun doa buatan sendiri atau dengan bahasa non Arab sekalipun. Apalagi do’anya orang yang berpuasa tidak ditolak. Rasulullah SAW bersabda:

ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَالصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ تُحْمَلُ عَلَى الْغَمَامِ، وَتُفْتَحُ لَهَا أَبْوَابُ السَّمَاوَاتِ، وَيَقُولُ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ: وَعِزَّتِي لَأَنْصُرَنَّكَ وَلَوْ بَعْدَ حِينٍ
Artinya : Tiga orang yang doa mereka tidak terhalang, yaitu imam (pemimpin) yang adil, orang yang berpuasa hingga ia berbuka, dan doa orang yang dizholimi. Doa mereka dibawa ke atas awan dan dibukakan pintu langit untuknya, lalu Allah Azza Wa Jalla berfirman: ‘Demi izzah-Ku, Aku akan menolongmu meski setelah beberapa waktu.” (HR Ahmad, dari Abu Hurairah, shahih lighairihi).

Berdasarkan uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa membaca do’a “Allahumma laka Shumtu….” Sebagaimana yang biasa dilakukan Ummat Islam adalah Sunnah.

Menurut pembahasan yang sudah disampaikan di atas, terdapat dua versi doa berbuka puasa, yaitu kedua doa merupakan yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW. Kesemua doanya memiliki pemahaman yang baik, apalagi doa berbuka puasa adalah sebagai wujud syukur kita kepada Allah SWT masih diberi kenikmatan merasakan nikmatnya berbuka puasa, melepas dahaga dan lapar setelah sehari penuh mulai terbit fajar sampai terbenam matahari menahan hawa nafsu.

Sebenarnya apa saja sih keutamaan menjalankan puasa Ramadhan? Ketika memasuki bulan Ramadhan, maka pintu-pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup. Dalam hal ini, di bulan Ramadhan adalah ladang apabila kita ingin beribadah mencari ridho Allah. Di sinilah ladang pahala karena setiap amalan baik di bulan Ramadhan akan membukakan kita kepada pintu surga. Setan-setan juga akan dibelenggu. Amalan sekecil apapun akan bernilai berlipat ganda ketika dilakukan di bulan Ramadhan, karena nilainya akan berkali-kali lipat dibandingkan dengan hari-hari biasa, apalagi jika memasuki malam Lailatul Qadar pada malam 10 hari terakhir di bulan Ramadhan. Jadi, jangan menyia-nyiakan dan melewatkan bulan Ramadhan tanpa amalan yang berarti. Semoga pembahasan mengenai Doa Berbuka Puasa Ramadhan Yang Shahih dan makna berpuasa Ramadhan kali ini dapat memberikan pencerahan bagi Anda.