Doa Nabi Yunus Dalam Perut Ikan

WEBIslami.com – Doa Nabi Yunus AS dalam perut ikan paus begitu khusyu’ dan bersungguh-sungguh. Ikan-ikan di dasar laut pun mendengar Doa tersebut dan turut berdoa kepada Allah SWT mengikuti Nabi Yunus.

Allah telah menciptakan Nabi dan Rasul sebagai utusan-Nya di dunia. Sebenarnya ada banyak sekali Nabi dan Rasul yang diutus, namun yang saat ini orang kenal hanya berjumlah 25 Nabi dan Rasul. Mengapa hanya 25 Nabi dan Rasul yang dikenal oleh manusia? Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam surat Ghafir : 78. Disana disebutkan bahwa Allah telah mengutus beberapa Rasul, namun tidak semua Nabi dan Rasul diceritakan kepada manusia. Salah satu dari 25 Nabi dan Rasul yang memiliki cerita yang menarik adalah Nabi Yunus. Doa Nabi Yunus dianggap memiliki kelebihan tersendiri yang membuatnya istimewa.

Nabi Yunus adalah seorang Nabi yang diutus Allah untuk penduduk kampung Ninawa. Penduduk kampung tersebut adalah penyembah berhala dan patung. Telah banyak kesesatan yang mereka lakukan. Dengan adanya kesesatan tersebut, Allah mengutus salah satu Nabi yang bernama Yunus. Nabi Yunus merupakan seorang Nabi yang Allah pilih untuk kembali meluruskan akidah para penduduk desa. Pada saat itu penyembahan berhala merajalela dan seakan semakin hari semakin berkembang. Nabi Yunus berusaha untuk menghentikan kebatilan tersebut. Ia datang kepada setiap penduduk untuk mengingatkan bahwa bukan berhala lah yang patut disembah. Namun mereka seharusnya menyembah Allah yang Esa. Namun, bukan pengikut yang ia dapat, ia mendapatkan olok-olok dari penduduk desa tersebut.

Pada suatu hari Nabi Yunus mengabarkan suatu berita kepada penduduk desa Ninawa. Ia mengatakan bahwa jika mereka tidak menghentikan kesesatannya, Allah akan menimpakan azab yang sangat pedih kepada mereka. Pada saat itu juga Nabi Yunus memutuskan untuk meninggalkan kaumnya. Setelah kepergian Nabi Yunus, penduduk desa Ninawa merasa kebingungan serta ketakutan. Mereka takut akan Doa Nabi Yunus kepada Allah dan percaya bahwa kepergian Nabi Yunus tersebut karena perintah Allah agar selamat dari azab Allah yang akan menimpa mereka.

Pada saat dilanda kebingungan dan ketakutan, mereka berteriak-teriak menangis minta ampun kepada Allah. Mereka berdoa agar Allah tidak menimpakan azab-Nya yang pedih kepada mereka. Mereka berdoa dengan tulus dan sungguh-sungguh. Ternyata Allah mendengar doa-doa mereka dan tidak menimpakan azab kepada mereka. Kejadian ini tertulis dalam Al Quran, Surat Yunus ayat 98, yaitu:

فَلَوْلاَ كَانَتْ قَرْيَةٌ ءَامَنَتْ فَنَفَعَهَآ إِيمَانُهَآ إِلاَّ قَوْمَ يُونُسَ لَمَّآ ءَامَنُوا كَشَفْنَا عَنْهُمْ عَذَابَ الْخِزْيِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَتَّعْنَاهُمْ إِلَى حِينٍ

“Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota yang beriman, lalu imannya itu bermanfa’at baginya selain kaum Yunus Tatkala mereka (kaum Yunus itu),beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai pada waktu yang tertentu.”(QS.Yunus: 98)

Apakah Nabi Yunus memutuskan kembali kepada kaumnya? Ternyata Nabi Yunus telah dilanda keputusasaan. Ia merasa putus asa karena kaumnya masih saja ingkar atas perintah Allah yang disampaikan melalui dirinya. Pada saat itu, Allah memerintahkan Nabi Yunus untuk kembali kepada kaumnya. Kegalauan yang melanda jiwa Nabi Yunus membuatnya tetap melangkahkan kaki meninggalkan kaumnya. Ia menghampiri seorang nahkoda kapal dan memintanya untuk mengantarkannya mengarungi luasnya laut. Wajah Nabi Yunus yang diliputi kesedihan dan kegalauan ternyata dapat dilihat oleh sang nahkoda. Sehingga, nahkoda memberikan tarif perjalanan yang lebih mahal daripada orang-orang biasanya.

Nabi Yunus AS tetap membayarnya dan mengajak sang nahkoda segera berlayar ke tengah laut. Meski kapal telah berlayar ke tengah laut, namun ternyata kegelisahan dan kegundahan belum juga hilang dari hati Nabi Yunus. Apalagi saat ia melihat ikan-ikan kecil yang harus mati hancur karena berbenturan dengan batu. Ia membayangkan jikalau saat itu ada ikan besar yang melindungi ikan-ikan kecil itu. Pastinya, ikan-ikan itu akan selamat dari hantaman karang. Nabi Yunus menganalogikan kejadian yang ia lihat tersebut adalah keadaan kaumnya. Kaumnya bagaikan ikan kecil yang dapat hancur karena terhantam karang.

Nabi Yunus merasa menyesal karena telah meninggalkan kaumnya dalam kesesatan. Ia marah dan berputus asa karena kegagalan yang ia alami. Ia lupa bahwa sebenarnya kewajibannya adalah menyampaikan risalah dari Allah dan ia tidak bertanggung jawab sepenuhnya atas kegagalan penyampaian risalah tersebut. Di tengah rasa sedih, marah, dan menyesal tersebut Nabi Yunus memutuskan untuk tidur di salah satu kamar di dalam kapal. Meski demikian, pikiran yang kacau ternyata membuatnya tidak mampu untuk menutup mata. Ia terbayang-bayang dengan keadaan kaumnya. Namun lama-kelamaan matanya tertutup dan terlelap.

Tidak berselang lama, ombak di tengah laut tiba-tiba berubah menjadi tidak bersahabat. Ombak yang ganas bergulung-gulung bagaikan gunung dan lembah. Keadaan tersebut membuat kapal terombang-ambing tidak terkendali. Hal ini membuat nahkoda kapal memutuskan untuk membuang salah satu awak kapal ke dalam laut. Maka dibuatlah suatu undian yang bertuliskan nama-nama awak kapal tersebut. Tiga kali diundi, ternyata ketiganya nama Nabi Yunus yang keluar.

Akhirnya Nabi Yunus dilempar ke laut dan ditangkap oleh ikan paus yang sangat besar. Saat itu hidup Nabi Yunus seakan telah berakhir. Ia berada dalam tiga kegelapan, yaitu kegelapan malam, kegelapan dalam perut ikan, dan kegelapan dasar lautan. Namun, pada saat itu Nabi Yunus masih merasakan bahwa ia masih hidup. Ia terus berdoa dan bertasbih kepada Allah.

Doa Nabi Yunus Dalam Perut Ikan Nun

لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنتَ ، سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Laa ilaaha illa anta. Subhaanaka, innii kuntu minaz zhaalimiin

“Tiada Tuhan melainkan Engkau (ya Allah)! Maha Suci Engkau (daripada melakukan aniaya, tolongkanlah daku)! Sesungguhnya aku adalah dari orang-orang yang menganiaya diri sendiri”.(QS Al-Anbiya’ : 87).

Doa Nabi Yunus tersebut ternyata didengar oleh ikan-ikan yang berada di dasar lautan tersebut. Mereka mengikuti doa dan tasbih Nabi Yunus secara bersama-sama. Mereka berkerumun menghampiri sang ikan paus sembari tetap berdoa dan bertasbih. Ikan paus yang menelan Nabi Yunus juga turut berdoa dan bertasbih. Ia merasa takut karena telah menelan utusan Allah. Tapi ia yakin bahwa ia telah menjalankan perintah Allah dengan sebaik-baiknya. Kemudian ia mendapatkan perintah dari Allah untuk mengeluarkan Nabi Yunus di suatu pulau.

Ia keluar dari perut ikan dalam keadaan sakit. Ia meronta kesakitan menahan sakit yang ia rasakan. Rasa panas yang menyengat bagai membakar kulit Nabi Yunus. Bagaimana tidak? Saat itu Nabi Yunus berada di suatu dataran yang tandus dan panas. Allah yang Maha Pengasih memberikan bantuan kepada Nabi Yunus. Allah menumbuhkan sebatang pohon yang memiliki daun lebar untuk menjadi tempat berteduh bagi Nabi Yunus. Ia dapat bertahan hidup karena pertolongan Allah. Ia makan daun-daun dari pohon yang telah Allah tumbuhkan untuk melindungi Nabi Yunus dari teriknya panas matahari.

Baca Juga : Doa Setelah Sholat Fardhu Tulisan Arab Dan Artinya

Doa Nabi Yunus Dalam Perut Ikan yang begitu sungguh-sungguh dan tulus membuat kesalahannya diampuni oleh Allah. Walaupun ia pernah lalai atas perintah Allah, namun Nabi Yunus adalah seorang Rasul. Hal ini terdapat dalam firman Allah dalam surat Ash-Shaffat ayat 139-148, yaitu “Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang Rasul……………”. Pada akhirnya Allah mengutus Nabi Yunus untuk kembali kepada kaumnya dan mengabarkan kepada mereka bahwa taubatnya telah diterima oleh Allah. Ia pun kembali ke Ninawa dan membawa kabar gembira tersebut kepada kaumnya. Begitulah Kisah Islam tentang Nabi Yunus As.