Jalan Menuju Surga Dalam Islam Menurut Al-Qur’an

WEBIslami.com – Jalan Menuju Surga Dalam Islam Menurut Al-Qur’an akan selalu terbuka bagi setiap Hamba Allah yang taat dan senantiasa melakukan perintah dan larangan-NYA.

Jalan menuju surga mungkin banyak dipertanyakan oleh umat muslim karena sebenarnya banyak dari kita yang begitu bersemangat dan rindu untuk menang dan berada di sisi Allah kelak apabila sudah meninggal berada di surga bersama Bidadari Surga. Pasti kita pun sudah banyak yang tahu bahwa derajat paling rendah di surga saja sudah penuh dengan kenikmatan dan kemewahan, tentu akan jauh lebih nikmat dan mewah apabila menengok derajat yang lebih tinggi di surga. Hanya saja yang menjadi pertanyaan kita semua adalah seperti apa jalan menuju surga bagi para umat muslim dan apa-apa saja yang bisa membuka jalan tersebut supaya kita mudah memasukinya.

Di antara kenikmatan surga yang perlu anda ketahui, Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an.

عَلَى سُرُرٍ مَوْضُونَةٍ – مُتَّكِئِينَ عَلَيْهَا مُتَقَابِلِينَ – يَطُوفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُخَلَّدُونَ – بِأَكْوَابٍ وَأَبَارِيقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِينٍ – لا يُصَدَّعُونَ عَنْهَا وَلا يُنْزِفُونَ – وَفَاكِهَةٍ مِمَّا يَتَخَيَّرُونَ – وَلَحْمِ طَيْرٍ مِمَّا يَشْتَهُونَ – وَحُورٌ عِينٌ – كَأَمْثَالِ اللُّؤْلُؤِ الْمَكْنُونِ

Artinya “Mereka berada di atas dipan yang bertahtakan emas dan juga permata, seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda, dengan membawa gelas, cerek dan juga sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk, dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan. Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik.” (QS al-Waqi’ah: 15-23)

Amalan-amalan yang Bisa Membuka Jalan Menuju Surga Dalam Islam

1. Menunaikan Ibadah Sholat di Masjid

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang pergi ke masjid atau pulang dari masjid, niscaya Allah SWT akan persiapkan baginya nuzul di dalam surga setiap kali dia pergi dan pulang.” (HR Bukhari & Muslim)

Nuzul sendiri merupakan rezeki berupa makanan pokok yang tidak akan terlewatkan jika berada di surga dan memang Allah sendiri yang menyiapkan untuk para tamu.

2. Banyak Dzikir Kepada Allah SWT

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ، ثَقِيلَتَانِ فِى الْمِيزَانِ ، حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

“Ada dua kalimat yang ringan bagi lisan, berat dalam mizan (timbangan amalan) dan juga dicintai ar-Rahman: ‘Subhanallahu wa bihamdih’ (Maha Suci Allah dengan pujian-Nya kami memuji) ‘Subhanallah al-Azhiim’ (Maha Suci Allah Dzat Yang Maha Agung).” (HR Bukhari dan Muslim)

3. Membaca Ayat Kursi

Setiap selesai menunaikan sholat, siapapun yang tidak lupa membaca ayat kursi tidak akan pernah terhalang untuk masuk surga. Intinya adalah siapapun akan langsung masuk surga dengan karunia dan rahmat dari Allah SWT jika meninggal.

Nabi Muhammad SAW bersabda,

مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِي دُبُرَ كُلِّ صَلاَةٍ لَمْ يَمْنَعُهُ مِنْ دُخُوْلِ الْجَنَّةَ إِلاَّ أَنْ يَمُوْتَ

“Barangsiapa yang membaca Ayat Kursi setiap selesai shalatnya, maka tidak ada yang menghalanginya untuk masuk ke surga, kecuali jika dia mati.”(HR an-Nasaa’i dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)

4. Meridhai Islam, Allah dan Rasulullah

Terbukanya Jalan Menuju surga juga didukung dengan mengakui dan meridhai bahwa Islam adalah agama yang paling benar, Allah SWT adalah Rabb kita dan Muhammad SAW adalah nabi kita. Sebutkanlah hal tersebut tiga kali. Jalan menuju surga Allah SWT ini termasuk mudah dilakukan oleh para umat muslim dan siapapun yang tidak lupa mengucapkannya terutama saat pagi dan petang datang, maka ia akan selamat dari kiamat. Nabi Muhammad SAW bersabda:

مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَقُولُ حِينَ يُصْبِحُ وَحِينَ يُمْسِي ثَلَاثَ مَرَّاتٍ رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا إِلَّا كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ أَنْ يُرْضِيَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Tidaklah seorang hamba muslim mengucapkan pada saat dia memasuki waktu pagi dan juga memasuki waktu petang: ‘radhiitu billahi rabba, wa bil islaami diina wa bi muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam nabiya (aku ridha Allah SWT sebagai Rabb-ku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad SAW sebagai Nabi-ku)’ sebanyak tiga kali, melainkan merupakan hak bagi Allah untuk meridhainya pada hari kiamat kelak.” (HR Ahmad dan dihasankan oleh al-Allamah Ibnu Baz dalam kitab Tuhfah al-Akhyaar)

5. Wudhu Dilanjutkan Sholat 2 Rakaat

Wajib bagi mereka yang menjalankan wudhu kemudian wudhu’nya dibaguskan, lalu sholat yang ditunaikan pun dua rakaat di mana wajah dan hatinya dihadapkan pada kedua rakaat. Ini juga sebagai Jalan Menuju Surga Dalam Islam seperti Sabda Nabi Muhammad SAW berikut ini.

Rasulullah SAW bersabda,”Tidaklah seorang muslim berwudhu lalu dia baguskan wudhu’nya, kemudian dia berdiri shalat dua rakaat dengan menghadapkan hatinya dan wajahnya pada kedua raka’at itu, melainkan surga wajib baginya.” (HR Muslim)

6. Mengendalikan Amarah

Orang-orang zaman sekarang tampaknya lebih mudah tersulut emosinya yang lalu malah bertindak seenaknya dan bisa merugikan diri sendiri serta orang lain. Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW menyatakan bahwa siapapun yang bisa mengendalikan rasa marahnya meski saat itu sah-sah saja untuk melampiaskan kemarahan itu, di hari kiamat, Allah pasti memanggil orang tersebut ke hadapan semua makhluk dan Allah SWT sendiri jugalah yang akan memilih bidadari-bidadari yang orang tersebut sukai.

Rasulullah SAW bersabda,

مَنْ كَظَمَ غَيْظًا وَهُوَ يَسْتَطِيعُ عَلَى أَنْ يُنَفِّذَهُ دَعَاهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى رُءُوسِ الْخَلاَئِقِ حَتَّى يُخَيِّرَهُ فِي اَيِّ الْحُورِ شَاءَ

“Barangsiapa yang menahan amarahnya padahal ia mampu untuk melampiaskannya, niscaya Allah SWT akan memanggilnya pada hari kiamat di hadapan para makhluk sampai Allah memilihkan untuknya bidadari-bidadari yang dia suka.” (Dihasankan oleh Imam at-Tirmidzi dan disepakati oleh Syaikh al-Albani)

Masih banyak perbuatan dan amalan kita untuk Menuju Surga, antara lain Menuntut Ilmu Syar’i, Menyingkirkan Gangguan di Jalan, Membela Kehormatan Saudaranya di Saat Ketidakhadirannya, Menjauhi Debat Kusir Walaupun Benar dan lain sebagainya.

Baca Juga : Fadhilah dan Keutamaan Surat Yasin

Itulah beberapa hal yang bisa secara mudah membuka jalan untuk ke surga bagi para umat muslim. Bukan hal mustahil untuk menikmati firdaus, namun pastikan juga bahwa kita benar-benar menuntut ilmu jalan menuju surga.