Mahar Nikah Yang Baik Dalam Islam

Apakah saat ini Anda tengah mempersiapkan acara pernikahan? Pernikahan merupakan momen yang paling ditunggu oleh setiap pasangan pengantin. Siapa yang tidak menginginkan hidup bersama dengan orang yang kita cintai sampai maut memisahkan. Hidup bersama dengan bergandengan tangan menghadapi gelombang samudera yang mendera rumah tangga. Walaupun tidak ada pernikahan yang mulus, namun esensi dari pernikahan merupakan sebuah hal sakral yang wajib untuk dijaga. Ketika Anda mempersiapkan pernikahan, ada satu hal yang tidak boleh Anda lewatkan yaitu mahar nikah yang akan diberikan pada pengantin perempuan.

Nah, kali ini kita akan membahas mengenai segala hal yang berkaitan dengan mahar pernikahan yang baik dalam Islam. Mahar atau biasa kita sebut sebagai mas kawin merupakan salah satu syarat dari syarat sah nikah. Kita akan mendengar mahar atau mas kawin ini disebutkan pada saat pengucapan ijab dan qabul. Oleh karena itulah, mahar atau mas kawin wajib ada dalam pernikahan. Mahar sendiri bukan hanya sekedar pemberian dari suami ke istri namun ada makna yang lebih mendalam dari sebuah mahar yang diberikan pada saat pernikahan.

Nabi Muhammad SAW sendiri kerap menanyakan kepada para sahabat beliau tentang mahar apa yang akan diberikan kepada calon pengantin perempuan. Hal tersebut menjadi pengingat bahwa mahar memiliki peran penting dalam pernikahan. Mahar merupakan salah satu pertanda bahwa seorang wanita harus dimuliakan dengan pemberian mahar, bahkan untuk tafsir yang lebih jelas adalah mahar merupakan sebagai tanda dari sebuah cinta suci. Untuk itulah bagi Anda yang sedang mempersiapkan pernikahan sebaiknya memberikan mahar dengan rasa cinta kasih serta tulus ikhlas agar mahar tersebut memiliki nilai ibadah yang tinggi.

Didalam Islam sendiri mahar nikah merupakan sebuah media dari tujuan pernikahan. Tujuan pernikahan adalah menciptakan keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah dan meneruskan keturunan. Mahar atau mas kawin hanya merupakan sebuah tanda cinta dari calon suami yang akan menjadi hak sepenuhnya dari istri. Akan tetapi, mahar atau mas kawin bukanlah tujuan utama dari pernikahan, terkadang kita akan menjadi pusing sendiri memikirkan mahar apa yang akan diberikan pada calon istri, berapa besarnya mahar yang akan diberikan sehingga ada rasa terbebani ketika memberikan mahar. Padahal sebaiknya mahar diberikan dengan rasa yang tulus dan ikhlas.

Jadi, berapa jumlah mahar atau mas kawin dalam sebuah pernikahan dalam Islam? Islam sendiri tidak menentukan besarnya mas kawin yang harus diberikan suami kepada istri, hal tersebut sesuai dengan kemampuan suami atau istri. Mahar boleh diberikan berupa emas, perak, atau sejumlah uang yang nantinya akan menjadi hak penuh istri. Mahar tidak harus melulu berupa barang akan tetapi mahar juga bisa diberikan berupa keimanan seperti hafalan Al-Qur’an. Hal tersebut pernah dipraktikkan pada zaman Rasulullah, ketika seorang sahabat beliau tidak memiliki sesuatu apapun untuk diberikan sebagai mahar nikah yang baik, maka Rasulullah SAW tidak menolak menikahkannya dengan hafalan Al-Qur’an yang ia miliki.

Akan tetapi, dalam kebiasaan kita memberikan mahar berupa seperangkat alat sholat. Dimana pada saat kita memberikan istri seperangkat alat sholat, maka sebaiknya kita tahu bahwa Anda sebagai seorang lelaki memiliki kewajiban untuk memberikan ajaran dan nilai agama Islam kepada sang istri dengan mengajaknya beribadah bersama kepada Allah SWT. Dan memang dalam Islam sendiri tidak disebutkan secara jelas jumlah dan jenis mahar Nikah, semuanya digantungkan kepada kemampuan suami tanpa memberatkannya. Namun, ada hal yang sebaiknya Anda ketahui dalam pemberian mahar nikah pada istri.

Sebaiknya berikanlah mahar yang memang dibutuhkan oleh istri Anda. Jika pemberian mahar berupa seperangkat alat sholat adalah kebiasaan dari suatu daerah, maka berikanlah mas kawin yang memang dibutuhkan oleh istri dan bisa bermanfaat baginya. Anda bisa berdiskusi dengan calon istri Anda mengenai barang atau benda yang memang dibutuhkannya, tentu saja tanpa harus memberatkan Anda ketika membelikan benda tersebut untuk menjadi mas kawin. Atau Anda bisa memberikan berupa perhiasan yang bisa dijadikan investasi jangka panjang.

Baca Juga : Rukun Nikah dan Keutamaan Puasa Senin Kamis

Sejatinya Mahar Nikah Yang Baik bukanlah sesuatu yang memberatkan, karena sebaik-baiknya perempuan adalah yang tidak meminta mahar yang tinggi dan tidak memberatkan calon suami. Semoga bahasan kali ini memberikan hikmah bagi kita bersama.