Makna dan Arti Dari Bacaan Doa Iftitah

WEBIslami.com – Makna dan Arti Dari Bacaan Doa Iftitah. Doa iftitah merupakan salah satu bacaan sholat yang bersifat sunnah namun memiliki arti dan makna yang berisi tentang kepasrahan dan permohonan ampun dari dosa.

Sebagai umat Islam yang taat, kita diwajibkan untuk mengerjakan segala sesuatu yang diperintahkan oleh agama. Baik yang wajib untuk dikerjakan, sunnah dikerjakan serta menjauhi hal-hal yang diharamkan oleh agama seperti judi, zina, minum minuman keras dan perkara haram lainnya. Diantara sekian banyaknya hal yang diperintahkan oleh agama, Sholat Fardhu  5 waktu adalah hal yang wajib untuk dilaksanakan oleh umat Islam. Termasuk ke dalam salah satu rukun Islam, kita wajib melaksanakan sholat 5 waktu beserta dengan rukun sholat yang tepat dengan bacaan yang tepat. Salah satu bacaan dalam sholat adalah doa iftitah.

Sholat merupakan salah satu hal yang diwajibkan oleh Allah SWT untuk dijalankan oleh setiap umatnya. Bahkan sholat disamakan dengan tiang agama karena pentingnya bagi umat Islam untuk menjalankan ibadah yang satu ini. Keutamaan sholat jika dilaksanakan dengan benar dapat menjauhkan diri dari kebathilan dan mendekatkan diri pada kebaikan. Tentu saja keutamaan sholat jika dihayati dengan benar akan menjadikan kita umat Islam dengan pribadi yang lebih baik. Untuk itulah, sholat merupakan salah satu ibadah yang wajib dilakukan, tidak hanya dilaksanakan tapi juga diserap maknanya secara utuh.

Bacaan-bacaan dalam sholat memiliki arti dan makna yang bila diresapi secara benar akan membuat sholat kita menjadi semakin khusyu’. Setiap bacaan dalam sholat sebagian besar merupakan doa yang memberikan tanda kepasrahan dan penyerahan diri kepada Allah SWT. Memberikan tanda kepada kita untuk selalu ingat dan tunduk kepada sang Maha Pencipta. Sekaligus menyerahkan diri kita bahwa hidup dan mati kita hanya diserahkan kepada sang Maha Kuasa. Jika sholat dilaksanakan dengan benar plus mengerti arti dari setiap kata dari bacaan sholat, maka kita bisa menjalankan kehidupan dengan lebih baik dan menjadi Muslim yang lebih baik.

Salah satu bacaan sholat yang biasa kita baca dalam sholat adalah Bacaan Doa Iftitah. Doa ini merupakan salah satu bacaan dalam sholat yang memiliki hukum sunnah untuk dibaca baik ketika kita sholat secara berjamaah atau ketika sholat sendiri di rumah. Jika kita terlupa membaca Doa ini maka tidak diwajibkan bagi kita untuk melaksanakan sujud sahwi. Tidak seperti surat Al Fatihah yang wajib dibaca karena masuk ke dalam salah satu rukun sholat, doa ini merupakan bacaan sunnah yang akan melengkapi sholat kita.

Kapan Doa Iftitah ini dibaca? Doa ini dibaca setelah kita melakukan takbiratul ihram dan sebelum kita membaca surat Al-Fatihah dalam sholat. Membaca doa ini juga harus memenuhi 5 syarat sebagaimana yang tersebut dalam sebuah kitab Bujarimi ‘Alal Khatib yang menyatakan bahwa doa tersebut boleh dibaca apabila sholat tersebut bukanlah sholat jenazah, ketika dalam melaksanakan sholat tidak khawatir akan kehabisan waktu sholat, tidak khawatir akan terlupa membaca surat Al fatihah sebagai salah satu rukun sholat, tidak sedang mendapati imam sholat pada saat bukan berdiri, dan yang terakhir adalah belum masuk pada bacaan ta’awudz atau bacaan basmalah baik disengaja ataupun tidak disengaja.

Doa tersebut juga memiliki makna dan keutamaan yang dapat menjadikan kita menjadi pribadi dan Muslim yang lebih baik. Jika ditelisik dari arti doa iftitah, maka setiap kita membaca doa tersebut maka kita seolah diperingatkan untuk tidak pernah berbuat kejahatan atau kebathilan. Namun, apabila kita telah berbuat dosa baik disengaja ataupun tidak disengaja maka dengan membaca doa tersebut, kita berusaha untuk menghilangkan dosa-dosa yang telah dilakukan dan diganti dengan kesucian hati dan jiwa agar kita bisa melalui proses pembenahan diri dengan sempurna.

Untuk bacaan doa tersebut tampaknya telah kita hapal jika kita selalu menjalankan sholat wajib 5 waktu sehari-hari. Tapi, tahukah Anda bahwa doa tersebut juga bisa terbagi menjadi dua jenis? Doa yang kerap dan selalu digunakan oleh golongan Muhammadiyah dan doa yang kerap digunakan oleh golongan Nahdhatul Ulama (NU). Walaupun ada perbedaan dalam doa tersebut, namun kedua jenis doa tersebut merupakan doa yang shahih untuk digunakan dalam bacaan sholat. Anda bisa membaca salah satu dari doa tersebut ketika Anda sholat. Karena terdapat perbedaan arti dari kedua doa tersebut.

Yang pertama kali yang akan kita bahas adalah doa yang selalu dibaca oleh golongan NU dalam sholat. Dari segi panjang bacaan, doa iftitah yang dibaca oleh NU yang menyoritas bermazhab Syafi’i sedikit lebih panjang, namun memiliki makna yang lebih dalam. Dimulai dengan bacaan Allahu Akbar, doa yang diucapkan berupa puji-pujian kepada Allah SWT dengan menyebut Allah SWT adalah yang Maha Suci baik pada pagi hari maupun pada petang hari. Lalu, arti bacaan doa tersebut ditambahkan dengan penyerahan diri yang sesungguhnya kepada Allah SWT. Ditandai dengan bacaan yang menyatakan bahwa kita menghadapkan diri dengan berpasrah pada sang pencipta langit dan bumi.

Bacaan Doa Iftitah NU

اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. إِنِّىْ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ.

Artinya :
Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya. Segala puji yang sebanyak-banyaknya bagi Allah SWT. Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari. Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukan-Nya. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kepunyaan Allah SWT, Tuhan semesta alam, yang tiada satu pun sekutu bagi-Nya. Dengan semua itulah aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang-orang yang berserah diri (HR. muslim).

Setelah makna penyerahan diri, bacaan doa iftitah juga diperkuat dengan menyatakan untuk tidak bersekutu dan berpasrah hanya kepada Allah SWT. Bahwa setiap sholat yang kita jalankan, ibadah yang kita laksanakan setiap harinya sampai dengan hidup dan mati hanya milik Allah SWT. Dan kembali diperkuat dengan arti bacaan yang menyatakan kepasrahan diri dan hanya bergantung pada Allah SWT semata. Sungguh indah arti dari bacaan doa yang kerap kita baca saat sholat wajib 5 waktu tersebut. Jika dalam setiap sholat kita memaknai artinya, maka tidak ada lagi kemungkaran di muka bumi ini.

Beralih pada doa yang dibaca oleh golongan Muhammadiyah, memiliki panjang doa yang tidak terlalu panjang namun juga memiliki arti yang cukup dalam. Jika di dalam bacaan doa yang lebih panjang, maka bacaan iftitah yang kerap dibaca oleh golongan Muhammadiyah termasuk pendek, hanya terdiri dari 3 baris bacaan yang setiap barisnya menyatakan permohonan untuk menjauhkan diri dari setiap kesalahan dan dosa. Seperti permohonan untuk menjauhkan segala kesalahan seperti jaraknya antara timur dan barat. Kemudian dalam bacaan baris kedua adalah permohonan permintaan ampun dari segala kesalahan dan memohon disucikan kembali seperti pakaian yang disucikan dari kotoran.

Bacaan Doa Iftitah Muhammadiyah

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ، كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالبَرَدِ

Artinya :

“Ya Allah SWT, jauhkanlah antara aku dan kesalahanku sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, sucikanlah kesalahanku sebagaimana pakaian yang putih disucikan dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahanku dengan air, salju, dan air dingin”

Dan pada baris ketiga adalah permohonan ampun atas kesalahan dan meminta kesucian dari kesalahan dengan menggunakan air yang dingin. Demikianlah makna dari bacaan iftitah yang pendek namun memiliki arti yang dalam. Kedua jenis bacaan iftitah tersebut adalah benar dan shahih, tidak ada yang lebih baik dari satu dan yang lainnya. Keduanya adalah bacaan sholat yang memiliki arti akan kepatuhan diri, permohonan ampun dan doa untuk dijauhkan dari segala kesalahan dan dosa. Yang paling penting, kedua jenis bacaan tersebut bersumber dari Rasulullah SAW.

Baca Juga : Keutamaan dan Manfaat Doa Sholat Tahajud

Walaupun doa iftitah bersifat sunnah untuk dibaca, ada baiknya untuk selalu memasukkan bacaan ini dalam setiap sholat kita. Sembari membaca dan memahami artinya, perlahan namun pasti kita mulai merubah diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik, untuk menjadi Muslim yang lebih baik agar mendapat syafaat di dunia dan akhirat.