Tata Cara Berwudhu Ketika Memakai Perban Atau Gip

Bagaimana sich Tata Cara Berwudhu Ketika Memakai Perban Atau Gip dalam Islam sesuai Sunnah Rasulullah SAW. Walaupun dalam keadaan darurat, Seorang muslim tetap harus melaksanakan sholat dan sebelumnya bersuci. Termasuk juga ketika orang tersebut Memakai Perban Atau Gip.

Dalil-Dalil Wudhu Dalam Al-Qur'an dan Hadits
Cara Berwudhu Ketika Memakai Perban Atau Gip

Adapun Cara Wudhu Ketika Terbalut Perban bagi orang tersebut adalah:

  1. Mengerjakan Wudhu, Berwudhunya seperti wudhu pada umumnya, namun pada bagian tubuh  tidak usah di basuh tapi diusahakan sebisa mungkin membasuh bagian-bagian yang tidak sakit di sekitar luka tersebut.
  2. Mengerjakan tayammum, Dan melakukan tayammum ini sesuai kadar luka ditubuh tersebut, ya’ni kalau lukanya di dua anggota tubuh yang wajib dibasuh maka tayammumnya dilakukan dua kali., kalau lukanya di tiga anggota tubuh yang wajib dibasuh maka tayammumnya tiga kali, dan seterusnya.
  3. Mengusap perban atau gip yang menutupi bagian yang wajib disucikan dengan air. Contohnya: Umpama orang terluka bagian tangannya, maka caranya membasuh wajah, lalu tayammum, kemudian mengusap perban atau gip yang menutupi bagian yang wajib disucikan, kemudian meneruskan wudlu’nya sampai akhir. Hal ini dikarenakan bahwa dalam wudlu’ itu disyaratkan tartib.
Namun bagi orang tersebut hanya diperbolehkan mengerjakan satu kali sholat fardhu dan kala akan mengerjakan shalat fardlu lain, maka menurut Imam Nawawy harus melakukan tayammum lagi apabila masih dalam keadaan suci tidak mempunyai hadats.
Spoiler title
Catatan Penting Tentang Tata Cara Berwudhu Ketika Terbalut Perban:
  1. Apabila perban atau gipnya itu ada dianggota tubuh yang wajib di usap dalam tayammum (wajah dan kedua tangan) maka kala sudah sembuh lukanya, ia wajib untuk mengulangi shalatnya.
  2. Apabila perban atau gipnya tersebut bukan di anggota yang wajib diusap kala tayammum , maka apabila perban atau gip tersebut tidak melebihi pada anggota tubuh yang tidak terluka (bukan disekitar area anggota tubuh yang terluka sebagai penahan) maka bila kala memasang perban atau gip itu dalam keadaan suci maka ia tidak usah mengulangi shalatnya kala sembuh.
  3. Apabila memasangnya itu kala mempunyai hadats maka wijib mengulangi shalatnya kala ia sembuh.
  4. Apabila perbannya atau gipnya tersebut melebihi sampai anggota tubuh yang tidak terluka (bukan disekitar area anggota tubuh yang terluka sebagai penahan) maka ia wajib mengulangi shalat kala sembuh.
Itulah Fiqh Ibadah tentang Tata Cara Berwudhu Ketika Memakai Perban Atau Gip, Semoga bermanfaat bagi kita semua. Wallahu ‘alam.
Daftar Pustaka:
  1. I’anatut-Thalibin. juz. 1. hal. 72-73.
  2. Mughnil Muhtaj. juz. 1. hal. 256.
  3. At-Taqrirot Asy-Syadidah, Hal : 152