Tata Cara Sholat Dhuha dan Bacaannya

WEBIslami.com – Tata Cara Sholat Dhuha Sesuai Hadits Shahih dari Rasulullah SAW yang benar beserta dengan Bacaan sholat dhuha dan juga manfaat dan keutamaan sholat dhuha dijelaskan disini.

Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa Sholat Dhuha bisa mendatangkan rezeki kepada seseorang, menolak kekafiran serta tak ada yang bisa memelihara sholat Dhuha ini selain orang-orang bertaubat. Sabda lainnya dari Rasulullah SAW menjelaskan bahwa siapa pun yang bisa melaksanakan Sholat Dhuha secara langgeng, Allah pun akan mengampuni segala dosa-dosanya walaupun dosa tersebut sebanyak busa yang ada di lautan. Berdasarkan sabda Rasulullah SAW tersebut di atas bisa dipahami, di mana Sholat Dhuha tak hanya bisa mendatangkan rezeki kepada orang-orang yang menjalankannya.

Manfaat Sholat Dhuha Berdasarkan Hadits Rasulullah SAW

Sebelum kita membahas mengenai Tata Cara sholat Dhuha, ada beberapa yang berpendapat di mana Sholat Dhuha biasa dinamakan sebagai sholat Awwabin. Namun beberapa mengatakan kedua sholat tersebut berbeda sebab sholat Awwabin di lakukan antara waktu maghrib dengan Isya. Sholat dhuha dikerjakan ketika matahari mulai naik sekitar sepenggalah kemudian berakhir sampai masuk ke waktu sholat Dhuhur, walaupun disunahkan supaya dilakukan saat matahari sedikit tinggi dengan panas yang sedikit terik.

Manfaat atau keutamaan sholat dhuha sendiri yaitu berdasarkan riwayat Abu Daud, Ahmad Muslim menurut Abu Dzat dimana sabda Rasulullah SAW menjelaskan dimana menganjurkan setiap Muslim untuk bersedekah, untuk tiap tahmid merupakan sedekah, kemudian menyuruh orang untuk menjalankan kebajikan yaitu bersedekah, kemudian melarang orang supaya tak melakukan keburukan yaitu bersedekah.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ أَوْصَانِي خَلِيلِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِثَلَاثٍ بِصِيَامِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَيْ الضُّحَى وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَرْقُدَ

Artinya: “Dari Abu Hurairah berkata: ‘Kekasihku, Rasulullah SAW telah berwasiat kepadaku tiga perkara: pertama untuk selalu melakukan puasa 3 hari pada setiap bulan, kedua, untuk selalu melakukan shalat Dhuha 2 raka’at dan ketiga, agar aku selalu melakukan shalat witir sebelum tidur” (HR. Bukhari).

Berdasarkan riwayat dari HR Muslim dan Bukhari berdasarkan Abu Hurairoh diatas menjelaskan di mana menurut Beliau Rasulullah SAW sudah memberikan sebanyak 3 wasiat kepadaku, yakni berpuasa 3 hari setiap bulan, melaksanakan 2 rakaat dhuha serta menjalankan sholat witir sebelum tidur terlebih dahulu. Selain itu, Jumhur ulama pun berpendapat di mana sholat dhuha hukumnya sunah. Sementara ulama Syafi’i dan Maliki berpendapat bahwa Sholat Dhuha hukumnya yaitu sunnah muakkad jika ditilik dari hadits-hadits yang telah dijelaskan di atas. Selain itu diperbolehkan untuk seseorang tak mengerjakan sholat Dhuha.

Waktu sholat dhuha Sesuai Hadits Shahih dari Rasulullah SAW

Waktu yang tepat untuk sholat dhuha adalah terbentang sejak matahari naik sampai condong ke barat, tapi yang lebih utama dilaksnakan sholat dhuha adalah seperempat siang. Di Arab, waktu itu ditandai dengan suasana padang pasir yang panas dan anak unta beranjak. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

أَنَّ زَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ رَأَى قَوْمًا يُصَلُّونَ مِنَ الضُّحَى فَقَالَ أَمَا لَقَدْ عَلِمُوا أَنَّ الصَّلاَةَ فِى غَيْرِ هَذِهِ السَّاعَةِ أَفْضَلُ. إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ صَلاَةُ الأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ

Artinya : “Bahwasanya Zaid bin Arqam melihat orang-orang mengerjakan shalat Dhuha (di awal pagi). Dia berkata, “Tidakkah mereka mengetahui bahwa shalat di selain waktu ini lebih utama. Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, ‘Shalat orang-orang awwabin (taat; kembali pada Allah SWT) adalah ketika anak unta mulai kepanasan” (H.R. Muslim)

Waktu yang paling afdhal untuk melakukan sholat dhuha, yaitu pada waktu panas matahari sudah mulai memanas (sekitar jam 08.00 ataupun jam 08.30 pagi).

Bacaan niat sholat dhuha

اُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli sunnatad dhuhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta’aala.
Saya niat melakukan shalat sunat dhuha 2 raka’at, Menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta’ala.

Tata Cara Sholat Dhuha Yang Benar dan Bacaannya

عَنْ أُمِّ هَانِئٍ بِنْتِ أَبِى طَالِبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَوْمَ الْفَتْحِ صَلَّى سُبْحَةَ الضُّحَى ثَمَانِىَ رَكَعَاتٍ يُسَلِّمُ مِنْ كُلِّ رَكْعَتَيْنِ

Artinya ” “Dari Ummu Hani’ binti Abi Thalib , Rasulullah SAW pernah mengerjakan sholat dhuha sebanyak 8 raka’at. Pada setiap 2 raka’at, beliau mengucap salam (H.R. Abu Dawood)

Sholat Dhuha dilakukan paling minimal sebanyak 2 rakaat dengan maksimal 12 rakaat, biasanya dilakukan tidak berjamaah atau munfarid. Adapun tata caranya yaitu sebagai berikut:

  1. Pertama-tama dimulai dengan niat untuk shalat dhuha bersamaan takbiratul ihram.
  2. Setelah itu dilanjutkan dengan doa iftitah seperti sholat pada umumnya.
  3. Kemudian dilanjutkan dengan membaca al-fatihah, selanjutnya membaca 1 surat Al-Quran, lebih afdholnya membaca surat Asy-Syam di rakaat pertama kemudian Surat Al-Lail di rakaat kedua.
  4. Lalu ruku, kemudian membaca tasbih sebanyak 3 kali. Di lanjutkan i’tidal serta membaca bacaan i’tidal.
  5. Selanjutnya sujud pertama kemudian membaca tasbih sebanyak 3 kali, lalu duduk diantara 2 sujud kemudian membaca bacaannya.
  6. Setelah itu sujud kedua lalu membaca tasbih sebanyak 3 kali.
  7. Sesudah rakaat pertama beres, dengan rakaat ke-2 seperti cara di atas. Lalu tasyahhud akhir sesudah selesai membaca salam sebanyak 2 kali. Kemudian rakaat-rakaat berikutnya dilakukan seperti di atas.

Bacaan Doa Sesudah Sholat Dhuha

Adapun bacaan doa sholat dhuha, yaitu sebagai berikut:

اَللّهُمَّ اِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَائُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَاءِ فَاَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَاَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسِّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ اَتِنِى مَااَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

“Allahumma innadh dhuhaa dhuhaa-uka, wal bahaa-a bahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwaa quwwatuka, wal qudrota qudrotuka, wal ishmata ishmatuka, allahumma inkaana rizqi fissamma-i fa anzilhu, wa inkaana fil ardhi fa akhrijhu, wa inkaana ba’idan fa qaribhu, bihaqqi duhaaika wa bahaaika, wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita ‘ibadakash shalihiin.

Adapun makna dari doa sholat dhuha di atas adalah meminta keberkahan rezeki dan meminta rezeki kepada Allah SWT. Demikianlah ulasan mengenai sholat Dhuha dan bacaan doa sesudah sholat Dhuha.

Baca Juga : Keutamaan dan Makna Doa Qunut Sholat Subuh